Sosialisasi Hasil-hasil Riset dan Teknologi

Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Sosialisasi Hasil-hasil Riset dan Teknologi dan Buka Puasa Bersama di Hotel Aerotel Smile Makassar pada tanggal 11 Juni 2018.
Pada sosialisasi ini ada tiga penelitian swakelola yang dipaparkan oleh peneliti Balitbangda, diantaranya adalah :

  1. Kualitas pelayanan dan daya saing rumah sakit daerah Sulsel.
  2. Survey evaluasi program prioritas pemberian modal pengembangan UMK di Sulsel, dan
  3. Kajian ketersediaan TKI dalam memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di luar negeri.

“Di penelitian rumah sakit kita lihat bagaimana daya saing RS pemerintah Sulsel, dan di mana kelemahan-kelemahannya, serta apa yang perlu diperbaiki. Tentang ketenagakerjaan kita lihat bagaimana kesiapan tenaga kerja Sulsel di arus globalisasi saat ini. Kita tahu tenaga kerja asing siap masuk ke Indonesia, tetapi apakah kota siap juga keluar,” Ucap Dr. Iqbal S. Suhaeb selaku Kepala Balitbangda Prov. Sulsel

Ia menjelaskan hasil penelitian ketiga judul tersebut, untuk kualitas pelayanan rumah sakit, hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien di RS Daerah Sulsel masih berada di bawah Standar Penilaian Minimal (SPM) kecuali RSKDIA Siti Fatimah.

“Permasalahan dalam peningkatan kualitas pelayanan dan daya saing Rumah Sakit Daerah Sulsel adalah budaya kerja belum sepenuhnya berorientasi pada pelayanan prima, dan terdapat sarana dan prasarana termasuk tidak berfungsi optimal disebabkan prosedur pengadaan barang atau jasa yang panjang, dan lain-lain,” imbuhnya.

Selain itu, hasil penelitian untuk ketersedian TKI, ternyata tenaga kerja Sulsel belum siap, karena lebih banyak untuk memenuhi job order.

“Ini karena faktor kultural kita sejak dulu mengikiti job order dari Malaysia dan itu lebih ke sektor informal di perkebunan. Untuk kegiatan yang sifatnya skill belum banyak diisi tenaga kerja kita,” jelasnya.

Sementara untuk UMKM, Iqbal mengatakan terdapat ketidakoptimalan pada pemberian modal pengembangan UMK, terutama pada sektor peternakan unggas, karena minimnya pengetahuan teknis penerima modal.

Lanjut Iqbal, ini akan dijadikan rekomendasi ke gubernur, dan kepala dinas terkait untuk mengevaluasi programnya.

Please follow and like us: