DISKUSI ILMIAH : RPJMD SULSEL 2018-2023

 

Kegiatan Diskusi ilmiah ini dilaksanakan di Gedung BAKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) Jalan A. Mappanyuki No 32 Makassar pada tanggal 3 Oktober 2018. Narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah Drs. Abdul Madjid Sallatu, MA, Ir. H.M Zulkarnain Arief MSc (Ketua KADIN Sulsel) dan Ir. Andi M. Irfan AB (Anggota DPRD Provinsi Sulsel) dengan Moderator Dr. Agussalim, SE., M.Si.

Diskusi yang dibahas mengenai RPJMD Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023. Dr. Iqbal S Suhaeb membuka acara ini dan memberikan sedikit pengarahan tentang Visi Misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Inklusif, Kompetitif, Inovatif, Produktif dan Berkarakter) yang merupakan awal dari draft penyusunan RPJMD 2018-2023 dan diturunkan dalam berbagai program dan kegiatan. Pada diskusi ini diundang Balitbangda dan Bappeda Kabupaten / Kota yang akan menjabarkan RPJMD Sulawesi Selatan ke dalam RENSTRA masing-masing unit kerja OPD dan diturunkan ke RPJMD Kabupaten/Kota terutama yang baru saja melakukan PILKADA.

Ir. H.M Zulkarnain Arief MSc menyampaikan tentang pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat menimbulkan harapan dan tantangan. Sulawesi Selatan apabila digagas lebih baik lagi maka pencapaiannya akan melebihi apa yang telah dicapai sekarang ini. Beras harus menjadi perhatian karena Sulawesi Selatan adalah penyumbang beras akan tetapi beras juga yang menyebabkan terjadinya inflasi. Beliau mengharapkan kedepannya dapat memunculkan resi gudang di bidang pertanian. Selama ini yang terjadi ada resinya tapi tidak ada gudangnya akibatnya petani dipermainkan oleh tengkulak. Dilapangan yang terjadi tanpa adanya gudang hampir setiap saat 20 kontainer beras kita keluar ke Surabaya dirubah merknya disana dan kita membelinya kembali. Padahal beras Sulawesi Selatan adalah beras yang memiliki kualitas bagus.  Selain itu perlu diperhatikan penetapan Parepare sebagai pasar induk adalah langkah yang tepat karena merupakan kota niaga dan dikenal dunia. Sehingga harga beras tidak akan berkiblat lagi ke harga Cipinang dan harganya dapat lebih stabil.

Rencana strategis dari Pak Zul yaitu bahwa Sulawesi Selatan harusnya dibagi tiga ada Selatan, Tengah dan Utara. Karena iklimnya berbeda maka jenis tanamannya harusnya berbeda juga. Apabila seragam pada saat panen jenisnya sama semua sehingga harganya turun. Pola strategi yang beliau harapkan juga dengan mencintai produk lokal kita. Beliau berharap Investor yang masuk ke Sulawesi Selatan melibatkan pengusaha dan tenaga kerja lokal.

Ir. Andi M. Irfan AB menyampaikan bahwa RPJMD bagi anggota DPRD adalah kerangka acuan untuk melakukan pengawasan dan persetujuan program dan penganggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sehingga RPJMD ini harus betul-betul selesai aspek kajiannya sebelum sampai ke DPRD dan meminimalisir perdebatan-perdebatan antara anggota dewan. Satu-satunya yang menjadi acuan pada saat pertanggungjawaban adalah RPJMD dan ada hubungan yang kuat antara kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan dan RPJMD yang selalu menjadi perdebatan adanya program-program yang tidak ada di rpjmd akan tetapi dijalankan. Pak Irfan berharap program yang dianggarkan Bapak Gubernur diharapkan berkeadilan bukan hanya di Makassar tapi ada juga di luwu dan di Parepare.

Drs. Abdul Madjid Sallatu, MA menyampaikan bahwa RPJMD adalah hal yang mudah untuk diramu apabila tidak mengubah tatanannya selama 10-15 tahun terakhir. Semua hal yang baik 10-15 tahun ada pada level makro akan tetapi yang menjadi masalah berada pada level mikro yaitu kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran. Sehingga persoalan yang akan dihadapi oleh Sulawesi Selatan 5 tahun kedepan adalah masalah yang klasik (level mikro). Solusinya adalah menghubungkan permasalahan-permasalahan makro dan mikro untuk menentukan arah kebijakan 5 tahun yang akan datang.